Thursday, 2 March 2017

TIPS BARREL CYLINDER INJECTION AUS

Berikut adalah tips apabila barrel cyl. aus
  • sewaktu bongkar screw gunakan kawat baja berbentuk cylinder disesuaikan dengan diameter cyl. barrel untuk membersihkan sisa sisa material plastik, kemudian cek menggunakan senter apakah cyl barrel baret atau tidak .Bila silender tersebut baret baret bisa diatasi dengan meng amplas silinder barel tersebut gunakan amplas yang dililitkan pada sikat kawat baja dan amplas cyl. barrel tersebut.proses pengamplasan bertahap. dari grit 240 , 400, 800, dan finising menggunakan grit 1000
  • Jangan lupa cek valve screw bagian yang kontak diamplas menggunakan amplas dan kaca hingga rata.
demikian tips dari saya buat temen temen  yang belum tahu.
 

Tuesday, 13 December 2016

Jasa Servis , Pembuatan Mold , Insert Mold atau Jig




Kami  team  adalah freelancer yang bergerak dalam pembuatan mold , insert mold, Jig atau pun jasa perbaikan mold atau pun pembuatan part di area tangerang.
Silahkan konsultasi kan problem proses anda lewat email atau bbm
.
Terima kasih




Tuesday, 26 April 2016

Cara Bongkar Scew Mesin Inject

Cara Bongkar Screw
           


            Pada kali ni saya akan saya terangkan tata cara atau prosedur bongkar screw.
Penyebab bongkar screw :
  • Barrel kotor --à   Pigment kurang baik atau mudah terbakar oleh suhu barrel
        --à    Temperatur barel over heat sehingga menyebabkan black dot.
  • Screw  patah .
  • Ganti barrel yang lebih besar atau barrel untuk keperluan khusus.


Alat yang dipergunakan :
  • Kunci L set dan kunci L untuk membuka heat barrel ( disesuaikan dengan mesin )
  • Pipa 1 meter
  • Selang angin dan sprayernya.
  • Kunci nozzle
  • Tang jepit
  • Kunci kepala screw
  • Kunci penahan Screw
  • Tempat untuk screw
  • Alat pelindung sarung tangan kulit , helm yang ada penutup muka



Langkah kerjanya :

1.      Apabila bongkar screw karena  barrel kotor, mesin harus dicuci dahulu menggunakan material pp .
2.      Persiapkan alat yang akan dipergunakan
3.      Mundurkan injection unit hingga mentok belakang
4.      Panasakan barrel sesuai dengan material yang sedang digunakan.
5.      Buang material yang ada dalam barrel sampai habis
6.      Lepas heater band pada nozzle dan head barrel
7.      Lepas nozzle dengan kunci nozzle
8.      Kendorkan baut L pada head barrel dengan kunci L secara merata
9.      Setelah kendor semua baut lepas baut L satu persatu dan tempatkan dengan rapi
10.  Lepas heat barrel dengan hati hati
11.  Lepas rel injection unit
12.  Lepas as hidrolik pada injection unit
13.  Lepas baut clamp pemegang screw dan lepas clamp screw tersebut
14.  Dorong Injetion unit ke  arah operation side sehingga injection unit tersebut berputar
15.  Dorong srcrew dengan inject ram kalau tidak ada dengan cara di inject secara perlahan lahan
16.  Mundurkan pendorong screw dengan inject ram atau suck back
17.  Tarik keluar screw dengan cara manual
18.  kemudian tempatkan pada tempat yanga telah di persiapkan
19.  Buka kepala screw dengan kunci Kepala screw ( dalm keadaan panas)
20.  Setelah terlepas bersihkan plastic yang menempel pada plastic menggunakan angin


Selamat mencoba dan keep safety




Saturday, 23 April 2016

EJECTOR



Ejector



Ejector adalah bagaian dari mesin yang berfungsi untuk  mengeluarkan produk dari cetakan. Ejector ini bekerja setelah ada sinyal dari mold open stop , dan sinyal tersebut diteruskan ke timer ejector atau pun relay.
Untuk mesin yang lebih baru ejector ini bisa di hidupkan melalui posisi pergerakan mold open gunanya adalah untuk mepercepat cycle time karena ejector bekerja dapat di setting sewaktu cetakan masih dalam pergerakan mold open.

Gerakan ejector ada berbagai variasi . yaitu :
·        Continous yaitu gerakan ejector yang bergerak kontinyu atau berulang dapat disetting beberapa kali gerakan disesuaikan dengan kebutuhan.
·        Eject Temporary pergerakan ejector ini maju hingga eject stop dan berhenti selama beberapa waktu yang dapat kita setting , baru kemudian mundur
·        Gabungan  antara continous dan temporary yaitu gabungan antara kedua mode di atas ..


Bagian bagian dari ejector .
  • Knock out pin atau ko pin atau pen ejector mesin .fungsinya untuk mendorong ejector plate pada cetakan .pemasangannya disesuaikan dengan banyak lubang ejector yang berada pada cetakan.
  • Limit ejector forward fungsinya untuk membatasi pergerakan ejector maju.
  • Limit ejector backward berfungsi untuk membatasi ejector mundur dan memastikan bahwa ejector telah berada pada posisi home.


Masalah pada ejector.

Ejector tidak bisa maju , yang pertama dicek adalah plate ejector mold macet atau tidak, bila macet penyebabnya :
·        Produk terlalu padat atau over weight.
·        Mold over heat atau terlalu panas .
·        Ada bagian cetakan yang menghambat pergerakan ejector .
·        Pemasangan mold tidak center dengan ko pin sehingga plat ejector terdorong miring atau tidak seimbang .
Penyebab ejector dari factor valve ejector macet atau spul solenoid putus.
Penyebab dari electric tidak ada sinyal dari relai atau output mesin,
Bisa dicari dengan melihat diagram kelistrikan  pada manual service book nya

Udah …. Besok lagi dilanjut

Tuesday, 23 February 2016

Mengenal Bagian Mold / Cetakan Injection

Pengenalan dasar mold

Gambar di atas merupakan sebuah gambar konstruksi mold two plate

  • Sprue bus adalah bagian dari mold yang berfungsi sebagai terowangan untunk aliran bahan plastik yang akan di masukan kedalam cetakan.sprue bus ini bersinggungan  langsung dngan ujung nozzle.Ukuran  radius sprue bus harus sama atau lebih besar dari radius nozzle.Standar untuk Radius 19 mm dan 21 mm.Untuk lubang sprue bus disessuaikan dengan  konstruksi mold.
  • Locating ring berfungsi untuk mempermudah waktu naik mold sehingga lubang sprue bus sejajar dengan lubang  nozzle.Sehingga pada waktu inject tidak terjadi kebocoran bahan.
  • Front plate berfungsi untuk cengkraman clamp di stasionary plate mesin.
  • Guide bus berfungsi untuk memandu cetakan agar center dan sebagai penyangga plat - plat dari cetakan. Salah satu dari guide bus ini biasanya letaknya tidak simetris dengan guide bus yang lain. Tujuannya pada waktu repair dan assembling pemasangan plat - plat cetakan tidak tebalik.
  • Guide pin fungsinya sama dengan guide bus (pasangannya).
  • Base block adalah bagian dari cetakan yang fungsinya sebagai tempat dudukan insert core dan cavity.
  • Spacer adalah bagian dari cetakan yang berfungsi sebagai penentu panjang maksimal dari langkah ejector.
  • Bolt atau baut fungsinya untuk mengikat bagian bagian dari cetakan.
  • Return pin Dalah bagian dari cetakan yang berfungsi sebagai pembalik plat ejecktor biasanya dibantu dengan ejector spring(pegas ejektor).
  • Return plate adalah bagian dari cetakan yang berfungsi sebagai rumah dari return pin ejector dan pin - pin ejector.
Gambar diatas adalah sebagai dasar dalam pengenalan mold atau cetakan injection plastik.

Sunday, 29 November 2015

Tips Menyetel Material PC (Poly Carbonat)

Mensetting material PC atau polycarbonat

Mensetting Material ini gampang gampang susah, Material pc ini bersifat hidroskopis atau menyerap air dari udara.
Hal yang perlu diperhatikan adalah material ini harus dikeringkan menggunakan hoper dryer dengan temperatur kurang lebih 120 derajat  celcius, lama pengeringan minimal 3 jam.
hoper harus terisi minimal setengah dari hoper, bila perlu pergunakan  hoper dryer tambahan untuk memanaskan bahan buat cadangan.
Untuk temperatur barrel 290 s.d. 300 derajat celcius atau disesuaikan dengan material data sheetnya, nosel harus menggunakan heater band .Perhatikan diameter lubang nozzle, jangan terlalu kecil.atau terlalu besar.
Injection speed pertama biasanya rendah untuk mengurangi flowmark pada bagian gate.
Jangan menggunakan suck back karena hal ini dapat menyebabkan silvermark.
Pergunakan MTC atau Mold Temperatur Controler .temperatur kurang lebih 80 derajat celcius.
Tujuannya untuk memperlancar aliran bahan dalam mold, dan membuat permukaan produk mejadi mengkilap.
Demikian  tips mensetting dengan material PC, bila ada pertanyaan silahken dikomen.

Tuesday, 16 June 2015

Mold Temperature Controler (MTC)

Mold Temperature Controler

Mold Temperatur Controler adalah sarana bantu dalam proses injection plastik.
MTC ini disebut juga water heater.
Secara umum MTC ini memakai media pemanas air dan oli.
MTC dengan media air adalah MTC yang menggunakan media air yang dipanaskan dengan heater dan kemudian dipompa dan di sirkulasikan ke dalam molding.Panas MTC  yang menggunakan media air maksimal adalah 75 derajat celcius.Karena bila melebihi 75 derajat celcius air akan mulai mendidih dan menguap.
MTC menggunakan media oli adalah menggunakan oli sebagai media yang dipanaskan.MTC ini dapat setting hingga 150 derajat celcius.

Fungsi MTC
mtc berfungsi untuk mengontrol temperatur permukaan mold yang akan dicetak.
Tujuan pemasangan mtc adalah
  • Untuk memperlancar aliran material di dalam mold. 
  • Untuk mendapatkan penyusutan dimensi yang lebih banyak pada produk.
  • Untuk mendapatkan permukaan produk yang mengkilap.
  • Untuk menghilangkan weld line.
  • Untuk mempermudah part relase.
  • Untuk mengatasi bending pada produk yang panjang.
Demikian pembahasan mengenai mold Temperature Controler semoga artikel ini berguna untuk pembaca yang khususnya bergerak dalam bidang injection plastik.
Terimakasih








Saturday, 13 June 2015

Informasi Harga Plastik Gilingan


Silahkan pembaca beriklan jual beli atau kerjasama di sini segala hal yang berhubungan dengan injection plastic .
Beriklanlah dengan bijak ,rasional,dan bertanggung jawab.


terimakasih

Thursday, 11 June 2015

Problem Warna Injection Plastik


Pemasalahan Warna Tidak Standard
  • Pigmen tidak merata
  • Warna tidak standar
Sebelum kita bahas mengenai problem proses ini kita asumsikan bahwa komposisi pigment atau masterbatch sudah sesuai dengan komposisi standard namun produk yang dihasilkan warnanya tidak sesuai dengan standard yang sudah kita buat.

  • Pigment tidak merata
Problem pigment tidak merata hal ini sering terjadi dan dapat dilihat pada produk terdapat bintik bintik pigment .
Penyebabnya adalah pencampuran material dan pigment tidak merata baik dalam mixer maupun dalam barrel mesin injection.
Untuk mengatasi hal ini yang perlu diperhatikan pertama kali adalah lamanya pengadukan material dalam mixer dan temperatur barrel.
Untuk temperatur barrel kita chek apakah ada permasalahan pada heater band barrel atau tidak.
Apabila heater barrel bekerja secara normal maka untuk mengatasi pigment tidak merata tersebut dapat kita bantu dengan menaikan temperatur barrel 10 derajat celcius, kita tunggu sampai kurang lebih 15 menit.
Dan jika masih belum merata kita bantu lagi dengan menaikan screw back press dan kecepatan rotasi screw.
Untuk screw back press maksimal adalah 30 kg/cm2    (tujuannya agar pada waktu charging screw tertahan tekanan dan proses pengadukan material dan pigment lebih lama dan diharapkan pencampuran merata).Yang perlu di perhatikan adalah apakah warna produk masih masuk dalam toleransi warna standard atau tidal.

  •  Warna tidak Standard
Dapat dilihat pada produk apakah warna terlalu tua atau teralu muda.
Warna produk apabila temperatur barrel terlau tinggi biasanya warna yang dihasilkan lebih muda dari standard begitu pula sebaliknya.


 

Monday, 1 June 2015

Sink Mark Dan Cracking

Sink Mark,Shining dan Cracking

Sink mark ,shining dan cracking problem proses yang sering terjadi beriringan tetapi bertolak belakang.
Yang saya maksud begini , suatu produk misal berbahan ps prodik tersebut sink mark, bila kita seting sinkmark tersebut hilang tetapi berefek mungkin craking atau shining (bila permukaan mold tersebut etchimg).
Berikut tips untuk mengatasi hal tersebut.
1.Pertama kita cek temperatur barrel apakah sesuai dengan spec atau tidak.
2.Apabila mold tersebut mempunyai lebih dari satu cavity ,kita cek hasil produk dengan kondisi short mold
  •    apakah hasil part short mold tersebut alirannya seimbang atau tidak.
 
3.Cek sirkulasi air cooling mold.
4.Cek konstruksi mold dan temperatur mold.

Apabila hal tersebut di atas ok tinggal kita seting part tersebut.
tips men setting part tersebut adalah:
  •  Injection time jangan terlalu lama.
  • Injection speed di tambah hal ini untuk mengurangi kepadatan material produk.
  • Inject press dikurangi 
  • Yang perlu di perhatikan adalah filling time dan hoding time.
  • Bila seting sudah maksimal tetapi masih sering sink mark dan crack.bagian yang sink mark cooling moldnya di ganti dengan air panas menggunakan mtc dengan tujuan bagian yang sink mark flow material lebih lancar sehingga part tidak sink mark,dan bagian yang crack kepadatannya berkurang.
Kalau melihat dari contoh tersebut diatas penyebabnya adalah tidak balance nya aliran material antara cavity no 1 dan no 2
Hal tersebut bisa di atasi dengan mengatur ulang lebar gate sehingga aliran bahan menjadi balance.
Problem tersebut di atas sebenarnya  bisa di setting  tetapi proses penyetingannya susah  untuk mendapat hasil yang bagus.Hanya orang yang tertentu saja yang bisa mensettingnya.
Jadi kesimpulanya adalah bagaimana kita membuat mold menjadi lebih mudah disetting dari pada meng akali
setingan atau mengakali cooling yang belum tentu hasilnya stabil  dan proses penyetelanya susah.




Wednesday, 1 April 2015

Pengecekan Harian Mesin Injection Plastik

Daily inspection injection machine

Pada mesin injection plastik diperlukan pengecekan harian secara rutin.
Hal ini dilakukan agar proses mesin injeksi plastik menjadi lancar dan stabil. Dan usia pemakaian mesin lebih panjang.
Banyak orang menyepelekan hal ini dan tidak menyadari bahwa hal tersebut membuat proses tidak injection tidak lancar.
Langsung saja saya aku sebutkan apa saja yang perlu dicheck

    • Temperatur oli bisa dilihat secara langsung pada termometer di tangki oli atau di display monitor untuk mesin yang lebih baru.Suhu kerja oli hidrolik adalah 38*c s.d. 48*c.Apabila suhu oli hidrolik lebih dari 50 derajat celcius harus segera dichek  sirkulasi pendingin oli atau heat exchanger.Apabila aliran air kecil ada kemungkinan press sirkulasi air kurang tinggi atau bisa juga saluran heat exchanger mampet. Lakukan segera pembersihan saluran heat exchanger. Atau bisa pula penyebab tingginya Temperatur adalah filter oli yang mampet. Hal ini di tandai dengan suara mesin yang berisik.Akibat oli over hrat adalah oli panas dan menyebabkan seal seal hidrolik muai dan timbul kebocoran oli.
    • Pengaman mesin baik yang elektrik, manual dan hodrolik.Cara mengeceknya buka pintu mesin pada saat mesin berjalan automatis pada waktu mold close. Pada saat mold close dan pintu mesin dibuka mesin pergerakan mold close harus berhenti begitu pula pada pintu mesin bagian belakang.Untuk pengaman mekanik pada saat mold open stop stoper pengaman harus turun.Pengecekan ini dilakukan agar mesin benar benar aman pada saat berjalan.
    • Check nosel apakah ada kebocoran material atau tidak.
    • Check tekanan mold close low press tekanan low press harus dibawah 50kg /cm2. 
    • Pengecekan posisi limit switch high press. Posisinya harus diatur se sensitif mungkin. Yaitu cetakan di close hingga rapat baru limit switch high press tersentuh. Hal ini dilakukan dengan tujuan  dasar setting mesin injection plastik
  •  Pengecekan sirkulasi pendingin cetakan.Pastikan pendingin cetakan benar benar mengalir karena hal ino sangat berpengaruh dengan kelancaran dan kwalitas produk. Apabila cooling cetakan mampet segera tiup dengan angin agar saluran tersebut bebas dari mampet.
  • Check tekanan pompa hidrolik, tekanan pompa hidrolik adalah 140 kg/ cm2
  • check tekanan high press clamp, tekanannya adalah 130 kg/cm2
  • Check mold atau cetakan pastikan mold bersih dari karat dan serpihan serpihan plastik dan pastikan pula pelumasan as as mold dan kebersihan venting mold.
Demikian pengecekan harian mesin tersebut saya uraikan. Dan jangan lupa untuk mejaga kebersihan area mesin.

Terima kasih 

Friday, 19 December 2014

JENIS PENYIMPANGAN PRODUK DAN PENYEBABNYA

Product defection

Berikut ini adalah jenis penyimpangan produk langsung saja pada jenis penyimpangannya.

1. Sink mark atau kempot adalah penyimpangan yang terjadi pada permukaan produk.Secara visual hal ini dapat dilihat dark sudut 30° dan penampakanya dari permukaan produk tidak rata atau terdapat cekungan atau dapat juga di deteksi dengan di raba menggunakan telunjuk.
Penyebab sink mark adalah

  • Inject press kurang padat ,mengatasinya dengan menambah inject time /inject press.
  • Rib  atau tulang produk terlalu tebal.
  • Cooling time terlalu cepat.
  • Temperatur barrel terlalu panas.
  • Temperartur mold terlalu panas
  • Kontruksi pada mold yang kurang bagus.
2. Short mold atau produk tidak jadi adalah kondisi pada produk yang tidak terbentuk tidak penuh 100%.
Penyebabnya adalah:

  • Faktor material: material yang proses pembekuannya terlalu cepat.
  • Faktor Mesin: Temperatur barrel kurang tinggi ,screw back press kurang tinggi sehingga pengisian material tidak stabil,pompa press tidak stabil,injection time kurang lama.
  • Faktor mold : mold antara core dengan cavity miring atau tidak center,jarak gate dengan ujung produk terlalu jauh,temperatur mold kurang panas,gate dan lubang runner terlalu kecil.
3. Shining atau produk terdapat bercak mengkilat.
Penyebabnya:

  • Injectpress ,inject speed dan inject press terlalu tinggi.
  • temperatur barrel tinggi.
  • kontruksi mold kurang bagus.
4. Couldy  atau buram sebabnya secara garis besar kebalikan dari shining.

5. Silver mark atau bercak keperakan adalah kondisi pada produk yang terdapat bercak bercak keperakan
Penyebabnya adalah :

  • Material lembab
  • Temperatur barrel terlalu tinggi
  • Material mengandung atau tercampur minyak
  • Diameter nosel kurang besar
  • Kontruksi mold kurang bagus
  • Temperatur nosel kurang tinggi
  • Suck back terlalu tinggi
6. Bending adalah kondisi produk tidak rata ,melengkung atau melintir .
Penyebabnya:

  • Produk terlalu padat
  • Sirkulasi cooling tidak lancar
  • Salah pasang selang cooling


7. Pigmet tidak rata ditandai dengan bercak pigment di produk atau warna produk belang
Penyebabnya:

  • Temperatur barrel kurang tinggi
  • Screw rotation kurang tinggi putaranya
  • Screw backpress kurang tinggi
8. Bubble atau gelembung adalah kondisi adanya gelembung udara atau gas dalam produk terutama pada produk yang tebal dan transparan.
Penyebabnya :

  • Temperatur barrel terlalu tinggi
  • Screw rotasi waktu charging terlalu cepat.
  • Material mengandung minyak atau air.
  • Konstruksi mold kurang baik.
  • Inject speed terlalu tinggi.
9. Bury atau flashing tipis adalah kondisi produk pada bagian tepi atau parting line terdapat material lebih.

Penyebabnya:

  • Tonase mesin kurang.
  • Clamping high press kurang.
  • Temperatur barrel terlalu tinggi.
  • Temperatur mold terlalu tinggi.
  • Inject speed dan inject press tinggi
  • Kontruksi mold kurang bagus.
  • Mold kotor

Artikel di atas adalah penyimpangn produk yang biasa atau umum terjadi dan bukan merupakan pedoman.
Tetapi saya berharap dapat menjadi bahan refrensi buat teman teman dalam menganalisa penyimpangan produk.

terima kasih

INJECTION PLASTIK

Prinsip dasar injection plastik adalah sebuah proses pembuatan suatu benda dengan bahan dasar plastik dengan cara memasukan bahan plastik yang telah dipanaskan pada temperatur tertentu sesuai dengan spesifikasi material ke dalam cetakan melalui sebuah jarum atau nosel dan di dinginkan kemudian dikeluarkan dari cetakan dan menjadi sebuah benda sesuai dengan cetakan.

Sunday, 14 December 2014

MOULDING

Bagian Bagian Molding


Mould atau mold atau cetakan adalah suatu benda yang digunakan untuk mencetak produk .
Secara umum Mold ini dibagi menjadi 2 bagian
1.  Core
2.  Cavity
Jika Core dan cavity ini ditutup rapat maka terdapat celah yang dapat diisi dengan material,celah ini lah yang membentuk sebuah produk.
Core dan cavity ini diarahkan dengan 4 buah guide pin yang utama,guide pin berada di bagian core,sedangkan bushing nya berada di cavity.Salah satu guide pin ini posisinya tidak dibuat simetris tujuanya agar pada waktu repair atau maintenance mold tidak terjadi kesalahan pemasangan yang terbalik.

Front plate adalah plat yang digunakan untuk mengikat mold cavity.Dan bagian inilah tempat pengekleman cetakan dengan stasionary plate mesin.

Sprue bush adalah bagian dari mold yang berada di cavity,letaknya biasanya di tengah dari front plate.Fungsi dari spruebush ini adalah sebagai saluran material masuk dari nozzle menuju runner gate.Sprue bus ini bersentuhan dengan nosel dan biasa nya mempunyai standard radius 19mm.

Gate adalah saluran material atau gerbang menuju rongga cetakan.

Runner striper plate adalah bagian dari cavity yang letak di belakang front plate. Striper runner plate ini di gunakan jika mold tersebut mempunyai konstruksi triplate.Fungsi dari Striper runner plate ini adalah untuk melepaskan runner produk dari pin pengikat runner.
Untuk mold dengan Konstruksi two plate tidak memakai striper runner plate.

Striper plate adalah bagian dari mold yang berada pada core.Fungsi striper plate ini gunanya untuk melepaskan produk dari core.

Pin Ejector adalah suatu pin yang berada dalam core yang berfungsi untik mendorong produk agar terlepas dari core.

Core adalah bagian mold yang berfungsi untuk membentuk produk dan berpasangan dengan cavity.

Return pin adalah bagian mold yang berfungsi untuk mendorong mundur ejector plate atau striper plate.

Spring adalah bagian dari cetakan yang fungsinya untuk mendorong mundur ejector plate.

Support plate adalah bagian dari mold yang berfungsi untuk dudukan core atau insert core.

Spacer adalah bagian dari mold yang berfungsi sebagai rumah ejector plate, spring dan return pin.

Back plate adalah bagian dari mold yanh berfungsi sebagai pengikat spacer,Support plate dan striper plate.Dan sinilah kita mengikat mold bagian core dengan Moving plate Mesin.

Slider adalah bagian dari mold yang membentuk produk yang undercut.

Angular pin adalah pin yang fungsinya untuk membuka atau mendorong slider keluar.Dan terkadang dibantu dengan spring atau pegas.

Tersebut diatas adalah sebutan bagian bagian mold di lapangan .Untuk mold maker mungkin mohon koreksinya ya


terimakasih




Tuesday, 9 December 2014

PROBLEM PROSES MESIN INJECTION PLASTIK


  • Problem proses produksi


    Dalam proses produksi injection plastik tidak selalu berjalan dengan lancar,karena proses produksi tersebut antara material ,mesin ,mold ,pendinginan ,manusia saling berkaitan dengan erat dengan proses kelancaran produksi.
Tetapi hal itu bisa diminimalisir dengan sumber daya manusianya.Dengan sumber daya yang trampil ,cerdas dan kecekatan yang baik produksi bisa berjalan dengan efisien.
Disini saya akan uraikan trouble shoting proses yang biasa terjadi.
Mungkin ini sangat biasa bagi orang yang sudah mahir tentang mesin injection.Tetapi saya berharap artikel ini bermanfaat dan memberi inspirasi buat pendatang baru di dunia persilatan mesin injection.

Langsung saja ke inti nya ya...

Problem Mesin injection

  • Temp barell low buat mesin baru hal ini bisa dideteksi oleh mesin.Tetapi buat mesin berjenggot atau tua hal ini tidak ada sensornya. Temperatur barrel dapat kita ketahui dengan melihat termo kontrol.Bila termokontrol lampu indikator on of nya sudah nyala bergantian berarti temperatur sudah tercapai.Bila nyala ijo terus atau on mengindikasikan pemasangan termocople kendor  atau heater putus dan menyebabkan over heat.Begitu pula kebalikan nya bila lamp merah terus kemungkinanya termo couple putus.Inti dari hal ini bila kita hendak menjalankan mesin hal yang utama kita lihat adalah temperatur barrel.

  • Temperatur oil high suhu temperatur oli standar oli mesin pada waktu kerja adalah 38 °c s.d 50° c. Apabila temperatur oli di atas 50° c heat exchanger atau pendingin oli aliran airnya tidak mengalir dengan lancar.Langkah yang diambil adalah bersihkan strainer atau saringan air pada aluran in setelah selesai mengecek aliran air out pada heat exchanger dengan cara matikan mesin dan tutup kran air in,kemudian lepas selang out di heat exchanger dari nepel.Kemudian buka kran in bila air mengalir lancar berarti sudah bagus bila kurang lancar matikan kran dan bongkar heat exchanger dan bersihkan pipa pipa saluran air didalam heat exchanger menggunakan bor .Bila sudah selesai pasang kembali heat exchanger seperti semula.Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan tutup heat exchanger jangan terbalik ,bila terbalik mengakibatkan aliran air tidak sempurna.
  • Mold tidak mau high press kejadian mold tidak mau highpress ini kadang kadang terjadi tetapi terkadang salah penanganan.Hal yang pertama dicheck adalah temperatur mold,karena bila temperatur mold terlalu tinggi dapat menyebabkan pemuaian pada guide pin mold dan menjadikan seret sehingga mold tidak mau highpress .Penyebabnya mungkin saliran cooling mampet atau mold menggunakan MTC,bila mold panas karena saluran air mampet maka saluran air cooling mold harus dibersihkan.Minimal dengan menyemprot saluran air,apabila mesin menggunakan mtc maka low press dinaikan.Tekanan low press maksimal adalah 60 kg/cm².Penyebab kedua adalah adanya material asing atau mungkin produk yang tergencet dalam mold.Jadi setelah dipastikan temperatur mold normal baru di pastikan bahwa mold bersih dari benda asing dan bila memakai slider harus posisi home.
  • Screw tidak mau charging atau mundur,penyebabnya biasanya matrial habis,leher hoper kepanasan sehingga material beku di leher hoper,screw backpress terlalu tinggi,material tercampur minyak ,dan bila menggunakan material ps atau as material dalam hoper dryer panas dan banyak serbuk .Untuk mengatasinya silahkan analisa dan coba kembangkan.


semua uraian di atas adalah beberapa problem proses yang biasa terjadi dari mesin,jika ada masalah tentang mesin inject yang lebih spesifik silahkan komen dan pasti saya akan berusaha membantu.


trim's dan salam injection

Friday, 5 December 2014

Cara Setting Mesin Injection Plastik

Cara setting mesin injection plastik

   Berikut akan saya uraikan tentang cara dasar menyetel atau setting produk untuk mesin injection plastik.


  • Yang pertama pertama atur temperatur barrel sesuai dengan material data sheet (MSDS).Hingga temperartur tercapai.Periksa kelengkap mold,sirkulasi cooling dan kondisi mold yang akan di setting.
  • Bersihkan permukaan core dan cavity dari anti karat dengan lap bersih.Pada waktu membersihkan mold harap diperhatikan jika mould memakai slider. Sering slider tersebut tersenggol dengan tidak sengaja dan menyebabkan posisi home slider berubah.Hal ini dapat mengakibatkan slider tersebut bertabrakan dengan angular pin sehingga angular pin patah atau bengkok.
  • Setelah permukaan core dan cavity selesai dibersihkan dari anti karat kemudian kita lanjutkan dengan fpenyetelan mold close dan mold open.
  • Yang perlu di perhatikan dalam setting mold close, open adalah konstruksi mold dan posisi limit switch perpindahan kecepatan serta posisi limit swtich highpress.  Aturan dasar penyetelan mold close adalah mold close high speed---->mold close slowdown & lowpress------>moldclose highpress.
     Posisi limit switch low press diposisikan sebegai berikut 2.5 cm sebelum angular pin atau guide pin masuk ke dalam bushing limit switch tersebut harus tersentuh. Hal ini diperlukan agar waktu cetakan menutup tidak terjadi benturan yang keras antara core dengan cavity.
Untuk penyetelan posisi high press untuk sementara di kosongkan terlebih dahulu.
Setelah kita sesuaikan speed serta jarak limit switch untuk mold close dengan kontruksi mold kita lanjutkan dengan penyetelan mold open.
Penyetelan mold open kebalikan dari mold close yaitu  mold open slow-----+>mold open high speed----->moldopen slow -----+>open stop.
aturan dasar nya 2cm setelah guide pin atau angular keluar dari bushing mold open high speed  limit switch tersentuh.
Kemudian kita atur posisi mold open stop.Lebar pembukaan cetakan minimal 2 X panjang produk + panjang runner.

  • Setelah disetting open closs kemudian ditest pergerakan mold close mold open.Inti dari penyetelan ini adalah cetakan aman dan pergerakan efisien .Kemudian tutup hingga rapat mold baru limit switch high preess disentuhkan,penyetelan limit switch ini sesesitif mungkin dengan tujuan apabila terdapat benda asing atau pergerakan mold tidak lancar tidak terjadi high press sehingga mold tidak rusak.Pressure maksimal highpress adalah 140Kg/cm² ,sedang low press tekanan maksimail 55kg /cm².
  • Langkah berikutnya adalah menyetel ejector.Atur panjang stroke eject hingga produk mudah diambil atau jatuh dan plat ejector tidak boleh sampai mentok dengan plat bagian belakang core.
  • Berikutnya adalah seting injection,pertama tama atur inject time,atur dengan perkiraan waktu pengisian material ke dalam mold tersebut .kemudian atur posisi standard injection speed dan press .Untuk injection speed simbolnya V,sedang press injection P dan posisi perpindahan tekanan serta speed Pos. V1= 25 ,V2=40 ,V3= 30 ,P1= 40 ,P2=60 ,P3= 35 . Untuk pos atur dari Pos1  hingga Pos3 dengan perkiraan Produk jadi 90 %  ,dan 10 % nya menggunakan holding. Ini adalah cara penyetelan untuk produk produk yang umum,karena penyetelan produk ini sangat banyak variasinya tergantung kebutuhan.Semakin banyak kita menghadapi problem proses penyetelan semakin mahir kita mensseting produk.
  • Berikutnya penyetelan Charging atau banyaknya material yang kita butuhkan dalam membuat produk pada satu shot.
  • Atur Stroke Material dengam perkiraan dengan berat produk sebelum nya atur kecepatan putar screw 60% dan Back press 10 kg/cm².Fungsi dari back press adalah menstabilkan turunya material ke dalam screw.
  • Kemudian mesin dijalan kan secara manual.Mold close ---->high press---->Inj. unit forward--->inject----->Charging---->Cooling---->open---->Eject.
  • Bila sudah di inject secara manual kita setting hingga produk jadi 60& sd 80% kita jalan kan semi otomatis hingga produk menjadi 80 % sd 90%,baru kita setting holding speed,Holding press dan Holding time hingga produk menjadi 100% ,sesuai dengan qualitas produk yang kita harapkan.

Demikian cara setting mesin injection plastik saya uraikan berdasarkan pengalaman saya di lapangan.Cara seting ini bukan merupakan pedoman,karena seting mesin injection ini banyak variasinya dan merupakan sebuah seni.Tetapi inti dari semua setting ini adalah aman baik mesin,mold,manusianya---,Kwalitas---,dan efisien .


Terimakasih

Tuesday, 2 December 2014

Prosedur Pergantian Mold Cetakan

Prosedur Pergantian Mold

    Dalam proses injection ada waktu untuk pergantian cetakan setelah po selesai.

Langkah kerjanya sebagai berikut
1. Persiapkan mold yang akan diproduksi,periksa kondisi mold.
2.  Cuci barel dan gunakan dengan material recycle yang akan dipergunakan .
3.  Setelah cuci barrel matikan mesin injection dan yang perlu di perhatikan wcooling mold nya apabila memakai chiller maka kran chiller dimatikan 10 shot sebelum mesin dimatikan.
4. Bersihkan permukaan area cavity dan core kemudian beri anti karat tipis dan merata.
5.  Tutup cetakan rapat tetapi tidak high press.
6. Lepas selang cooling mold in kemudian semprot dengan angin air yang di dalam saluran cooling hingga bersih dan lepas selang pendingin.
7.   Gantung mold dengan hoist atau derek.Naikan derek hingga seling menegang tidak terlalu kerasa atau kendor
8.  Lepas baut baut pengikat cetakan dan taruh dengan rapi di meja kerja.
9.  Setelah baut pengikat dilepas semua buka cetakan secara perlahan dengan menyetel kecepatan mold open terlebih dahulu .Jarak mold open jangan terlalu jauh.
10.  Lepas locating ring cetakan dengan medorong cetakan menggunakan inj.unit forward.
11. Setelah terdorong buka kembali mesin hingga mold open stop.
12.  Naikan derek hingga cetakan berada di atas pintu mesin
13.  Keluarkan cetakan dari mesin dan turunkan cetakan dan simpan cetakan .

Yang harus di perhatikan adalah keselamatan kerja.

SAFETY FIRST....


Cara Menaikan Mould ke Mesin

1.Cek pemakaian Ejector pada mould dan sesuaikan pemakaian ejector di mesin dengan lubang ejektor di mould.

2.Pasang eye bolt pada mould dengan kuat.

3.Gantung mould dengan mesin dan naikan dengan hoist atau derek hingga di tas pintu mesin.

4.Arahkan mould di atas  mesin dengam posisi di tengah as tiebar mesin.

5.Turunkan mould perlahan lahan kedalam mesin hingga locating ring di mould sejajar dengan lubang locating ring yang berada di stasionary plate mesin.Dan dorong atau arahkan locating ring tersebut masuk dengan pas di lubang locating ring hingga permukaan mould rapat dengan stasionary plate.


6. Kurangi kecepatan mold close high speed ,geser posisi sensor highpresss tidak tersentuh dan tutup mesin dengan tombol mold close hingga rapat.Kemudian sentuhkan sensor highpress hingga tekan rapat.

7.Pasang clamp mould dan ikat mould tersebut dengan kuat.
yang perlu diperhatikan dalam pemasangan klemp mould adalah ganjelan clamp harus sama tinggi dengan plat mould yang diikat , baut yang masuk kedalam drat minimal 1,5 diameter baut dan penggunaan pipa untuk mengecangkan jangan terlalu panjang.

8.Setelah terikat dengan kuat buka mould hingga open stop .

9. Pasang sirkulasi air mould sesuai standard dan sarana sarana mould tersebut.

10. Mould siap running...




Sunday, 30 November 2014

Alat Kerja Mesin Injection

Alat Kerja Mesin Injection

     Dalam Mengoprasikan mesin injection kita memerlukan alat kerja.
Alat kerja tersebut diantaranya:

Kunci L set
Kunci pas ring 14,17,19,22,24
Kunci pipa ukuran sedang
Kunci L12,14,17,19,22
Kunci inggris
Kunci pipa panjang 50 cm dan 80 cm diameter 1"
Tang kombinasi
Tang potong
Tang buaya
Gas elpiji beserta noselnya
Air grinder mimi
Gurinda duduk
Derek atau hoist kapasitas tergantung besar mold yang sering digunakan.

Dalam proses produksi kelengkapan peralatan sangat berpengaruh terhadap efisiensi waktu.
Oleh sebab itu peralatan harus dirawat dengan baik dan benar.




Sarana Penunjang Proses Mesin Injection

Sarana Penunjang Proses Injecton


     Dalam proses mesin injection dibutuhkan sarana-sarana penunjang untuk memperlancar proses injection.
Berikut ini adalah sarana-sarana penunjangnya.

  1. Cooling tower  adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pendingin air yang telah digunakan untuk mendinginkan cetakan dan cooling tower.Cara kerja cooling tower adalah air dalam bak pendingin dipompakan ke pemakaian seperti heat exchanger  atau pendingin oli dan cetakan.Kemudian air bersikulasi dalam heat exchanger dan cetakan dan keluar menuju cooling tower bagian atas dan dipercikan dan turun ke kisi untuk didinginkan oleh angin yang dihisap oleh kipas.Dan setelah didinginkan air tersebut ke bak cooling tower untuk disirkulasikan kembali.
  2. Chiller adalah suatu alat yang digunakan  untuk mendinginkan air dengan temperatur di bawah suhu ruang.Air tersebut didinginkan menggunakan freon .Fungsi utama chiller adalah sarana pembantu untuk mengurangi penyusutan dimensi produk dan dapat juga mepercepat cycle time.Dampak negatif dari pemakaian chiller apabila temperatur di set terlalu dingin dapat membuat cetakan berembun dan mengakibatkan karat pada cetakan.
  3. MTC mold temperatur controler adalah alat untuk mengatur temperatur mold biasanya mtc ini di-set di atas suhu ruang.MTC ini menggunakan air atau oli yang dipanaskan oleh heater / elemen pemanas dan di sirkulasikan kedalam saluran pendingin dalam cetakan.Untuk temperatur di bawah 80°c menggunakan media air,sedang temperatur di atas 80°c menggunakan fluida oli.Fungsi dari MTC ini adalah untuk memperbanyak penyusutan produk,membuat permukaan produk mengkilap serta memperlancar aliran flow material sewaktu proses injeksi ke dalam mold.Dampak negatif pemakaon MTC membuat temperatur mold lebih panas dari suhu kerja normal mold dan mengakibatkan bagian - bagian mold yang bergerak bila kurang mendapatkan pelumas akan cepat aus
  4. Robot adalah suatu alat yang berfungsi membuat kerja mesin otomatis dan stabil.
  5. Kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk memompa angin kedalam tanki angin.Angin bertekanan ini digunakan sebagai tenaga penggerak robot .

Saturday, 29 November 2014

Cara Kerja Mesin Injeksi Plastik

Siklus Mesin Injection

       Prinsip mesin injection adalah proses cara kerja mesin dalam pemrosesan dari bahan dasar plastik menjadi sebuah produk ,dan lamanya waktu siklus tersebut disebut Cycle Time.

Prinsip kerja mesin secara umum adalah sebagai berikut :
dimulai dari tombol auto di tekan maka cetakan akan menutup hingga rapat dan ditekan dengan tekanan tertentu,biasanya adalah 110 kg/cm² s.d 140 kg/cm² atau disebut dengan mold close high press.
Kemudian injection unit maju hingga nosel menyentuh sprue bus cetakan dan pergerakan ini dibatasi dengan sebuah sensor injection forward.Bersamaan sensor inj. unit forward tersentuh timer inject hitung waktu .Fungsi timer inj. tsb untuk menentukan lamaya proses pengisian material kedalam mold atau cetakan.
Setelah timer inject habis hitung waktu timer cooling time mulai hitung waktu bersamaan itu screw berputar melakukan pengisian material dalam barrel (charging) .screw tersebut berputar dan bergerak mundur hingga sensor pengisian material dalam barrel tersentuh (menentukan banyaknya material yang dibutuhkan menjadi 1 produk).
Setelah Timer cooling habis hitung waktu cetakan mulai membuka hingga sensor open stop tersentuh dan cetakan pun berhenti membuka.
Setelah sensor open stop tersentuh ejector bergerak maju untuk mengeluarkan produk dari cetakan setelah produk terdorong keluar ejector bergerak mundur kemudian mold bergerak menutup kembali seperti pada proses semula.
Begitu seterusnya proses tersebut berlangsung.
Sebenarnya proses tersebut diatas adalah secara garis besarnya saja.
Di lain kesempaatan akan saya uraikan lebih detail.

Terima kasih